Home
Indonesia Masih Kekurangan Pengembang Aplikasi Java PDF Cetak E-mail
Tuesday, 29 March 2005

ImageSun Microsystems Indonesia Wujudkan Komitmen untuk Tingkatkan Kompetensi Java SDM TI Indonesia

Langkah pertama, pembentukan lembaga pelatihan—Java Education Center. Berikutnya, inkubator bisnis—Java Business Resource Center.
Vendor lain mau menyusul?

Dua hari berturut-turut (22 Maret dan 23 Maret 2005), PT Sun Microsystems Indonesia bekerja sama dengan LIPI (Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia) dan ITB (Institut Teknologi Bandung), meresmikan pengoperasian dua JEC (Java Education Center) di Bandung.

 

JEC adalah pusat pelatihan dan pengembangan teknologi Java dan Open Technology yang dilengkapi dengan prasarana yang memadai. Mulai dari sejumlah workstation berteknologi 64-bit dengan prosesor UltraSparc IIi—Sun Blade 150, sampai sarana penunjang lain seperti koneksi internet untuk mendukung penyampaian materi pelatihan berbasis Web.
JEC ini juga akan dikelola oleh para instruktur yang qualified dan sudah mendapatkan sertifikasi profesional dari Sun, seperti SCJP (Sun Certified Java Programmer) atau yang lebih tinggi.

Sasaran calon peserta pelatihan di JEC tidak lain adalah kalangan akademisi dari lembaga terkait—misalkan mahasiswa ITB untuk JEC di ITB.
Khusus untuk JEC di LIPI Bandung, maka peserta pelatihan akan terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung yang sudah melakukan kerja sama dengan LIPI Bandung—sementara waktu, ITENAS (Institut Teknologi Nasional) adalah salah satu perguruan tinggi yang sudah menggalang kerja sama dengan LIPI Bandung.

Program pelatihan di JEC ini akan diintegrasikan secara langsung dengan program mata kuliah yang diajarkan di setiap lembaga pendidikan terkait, dan diarahkan secara spesifik agar para pesertanya dapat menapaki ujian sertifikasi bertaraf internasional dari Sun Microsystems, melalui materi pelatihan yang berstandar internasional pula, sehingga mereka layak untuk menyandang sertifikasi SCJP (Sun Certified Java Programmer).

Dengan demikian, JEC diharapkan dapat menjadi “pabrik� pencetak programer-programer Java baru yang disertifikasi oleh Sun Microsystems dan siap memenuhi kelangkaan sumber daya manusia TI Indonesia yang “menguasai� teknologi Java, dimana sangat didambakan oleh kalangan industri software Indonesia dan dunia.

Selain JEC, di kuartal ketiga 2005, JBRC (Java Business Resource Center) diharapkan dapat direalisasikan, dan dapat dimanfaatkan oleh para lulusan program JEC untuk mulai terjun di dunia industri software.
JBRC ini (selayaknya) akan menjadi lembaga konsultasi, sertifikasi dan inkubator bisnis bagi para developer Java “jebolan� JEC—tak menutup kemungkinan juga untuk kalangan umum—sehingga dari sini dapat dihasilkan produk-produk berteknologi Java bertaraf internasional yang dapat dipasarkan baik di dalam negeri, maupun di luar negeri.

JEC dan JBRC merupakan dua komponen dari inisiatif Sun Microsystems yang dikenal dengan nama JCC (Java Competency Center).
Di negara-negara jiran seperti Singapura dan Malaysia, perusahaan-perusahaan teknologi Java lulusan JCC sudah menjadi perusahaan software terkemuka, yang tak sedikit di antaranya sudah “go public� di negaranya masing-masing.

Khusus untuk dua JBRC di Bandung yang menjadi extension dari JEC yang sudah berjalan, telah ditetapkan dua haluan bisnis yang akan menjadi kompetensi masing-masing JBRC. Di ITB, JBRC yang akan didirikan pada mulanya akan diarahkan untuk menjadi penyedia solusi-solusi mobile berteknologi J2ME (Java 2 Mobile Edition) yang nantinya akan dijalankan di perangkat-perangkat mobile seperti telepon seluler.
Sedangkan JBRC yang dikelola oleh LIPI Bandung akan condong untuk mengembangkan solusi-solusi e-government yang nantinya dapat diadopsi oleh badan-badan pemerintahan Indonesia.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang peduli akan kemajuan bangsa, tentunya kita menyambut baik inisiatif Sun Microsystems ini dan berharap agar dapat “membuahkan� hasil dalam waktu dekat.

Serupa tapi tak sama, Microsoft dan Oracle juga memiliki program yang dekat dengan dunia akademis. Microsoft dengan MSDN AA (Microsoft Developer Network Academic Alliance) dan Oracle dengan Oracle Academy-nya.

Untuk MSDN AA, akhir-akhir ini gaungnya memang cukup sering terdengar dan saat ini sedang berlangsung kegiatan-kegiatan pengenalan program tersebut di sejumlah perguruan tinggi dan sekolah menengah tingkat atas di seluruh Indonesia.
Berbeda dengan program dari Sun Microsystems, MSDN AA lebih arahkan sebagai program untuk memperkenalkan teknologi .NET ke dalam kurikulum pendidikan yang terkait dengan bidang software engineering, bukan untuk menghasilkan programer-programer bersertifikasi internasional ala Microsoft, seperti MCAD (Microsoft Certified Application Developer).

Khusus untuk Oracle, kegiatan seputar Oracle Academy di Indonesia masih belum terdengar gegap gempitanya. Padahal, Oracle Indonesia sudah sempat mengumumkan rencana mereka untuk menggalakkan program Oracle Academy di awal tahun 2005 ini.

Vendor TI besar lainnya (contohnya IBM), bagaimana? Apakah hanya sekedar menjadikan Indonesia sebagai lahan garapan penjualan solusi-solusi yang ditawarkan, atau juga punya komitmen untuk mengembangkan SDM lokal?

Sumber:
Agus Rachman
http://www.sda-indo.com/sda/features/psecom,id,43,nodeid,1,_language,Indonesia.html

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
© 2008 P2I - LIPI