Pusat Penelitian Informatika Pusat Penelitian Informatika

Komponen Peralatan Ukur Kecepatan Awal Peluru Kaliber Kecil

Elan Djaelani*), Elli A Gojali*), Ade Ramdan*), Herlan*)
*)Peneliti Puslit Informatika –LIPI
Abstract
Every bullet made by fabrication of weapon or bullet, before sent to user units of every division of TNI, must first has been measured and has passed the test examination. It’s meaning that in new condition, spesification and characteristic of bullet is standard. But user units may not using it directly. Those bullets first will be kept in reservoir of bullet storage. Storage technology, time of storage ,humidity changing and temperature of storage reservoir room would be affected at parameter values of bullet if it will be used next time.
To know the decreasing of bullet’s characteristic that’s saved in reservoir, then user units need to do measurement and bullet testing at any periodic time. One of bullet parameter that’s needed for measurement and testing again is Muzzle Velocity. Muzzle Velocity is the fist bullet velocity, namely velocity of bullet projectile while coming out from muzzle of weapon’s shooting it.
Measurement tools of Muzzle Velocity is electronic device that is designed for measuring the first bullet velocity of organic weapon or little calibre bullet. The result of this measurement can be performed by LCD Screen, and can be printed by printer through serial output. Based on the result of measurement and experiment, components of measurement tool for muzzle velocity and software moduls : LCD, RTC, and velocity counting could have function as being planned.
Key Word: Muzzle Velocity

Intisari
Setiap peluru yang dibuat oleh pabrik peluru atau senjata, sebelum dikirim ke satuan-satuan pengguna tiap unsur TNI, terlebih dahulu harus sudah diukur dan dinyatakan lulus pengujian. Artinya dalam keadaan baru, spesifikasi dan karakteristik peluru tersebut adalah standar. Akan tetapi satuan-satuan pengguna belum tentu langsung menggunakannya. Peluru-peluru tersebut terlebih dahulu akan disimpan dalam gudang-gudang penyimpanan peluru. Teknik penyimpanan, lamanya waktu penyimpanan ,perubahan kelembaban dan temperatur ruangan gudang penyimpanan akan sangat berpengaruh pada nilai-nilai parameter peluru bila akan digunakan di kemudian hari.
Untuk dapat mengetahui penurunan karakteristik peluru yang disimpan dalam gudang, maka satuan-satuan pengguna pun perlu melaksanakan pengukuran dan pengujian peluru pada periode-periode tertentu. Salah satu parameter peluru yang perlu diukur dan diuji kembali adalah Muzzle Velocity. Muzzle Velocity adalah kecepatan awal peluru, yaitu kecepatan proyektil peluru saat keluar dari ujung laras senjata yang menembakkannya.
Peralatan ukur Muzzle Velocity adalah perangkat elektronika yang dirancang untuk mengukur kecepatan awal peluru senjata organik atau peluru kaliber kecil. Hasil pengukuran dapat ditampilkan melalui penampil LCD, juga dapat dicetak pada printer melalui output serial. Dari hasil pengukuran dan percobaan, komponen-komponen peralatan ukur muzzle velocity dan modul software : LCD, RTC, beserta perhitungan kecepatan, dapat berfungsi sesuai dengan yang direncanakan.
Kata kunci: Muzzle Velocity

I.Pendahuluan
Akurasi perkenaan tembakan suatu senjata juga ditentukan oleh parameter peluru yang ditembakan oleh senjata tersebut. Moril seorang Prajurit dalam medan latihan bahkan pertempuran dapat meningkat bila Prajurit tersebut yakin atau mengetahui secara pasti karakteristrik senjata organik termasuk peluru yang digunakannya tersebut. Salah satunya adalah kecepatan awal peluru (Muzzle Velocity). Walaupun pabrik pembuat peluru telah melaksanakan pengukuran tersebut, namun satuan-satuan pengguna-pun juga harus melaksanakan pengukuran parameter peluru tersebut. Hal ini dapat dikarenakan penyimpanan peluru di dalam gudang dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan perubahan-perubahan nilai parameter peluru.

I.1.Balistik [ SBC 2002 ]

Balistik adalah ilmu yang mempelajari gerakan proyeksi dari proyektil.Dalam arti yang lebih luas lagi dikalangan militer balistik adalah mempelajari gerakan proyektil, gerakan roket, gerakan bom dan sebagainya.
Balistik dibagi dua bagian yang sangat penting yaitu: balistik dalam dan balistik luar.
Balistik dalam adalah bagian dari balistik yang mempelajari gerakan peluru didalam laras karena pengaruh desakan gas.Dalam prosesnya balistik dalam dibagi menjadi tiga periode yaitu:
a. Periode pertama
b. Periode kedua (adiabatis)
c. Periode ketiga (setelah desakan gas dalam laras)
Periode pertama dimulai saat peluru mulai bergerak dan berahir pada saat pembakaran bahan pendorong selesai.Periode kedua mulai dari saat ahir pembakaran bahan pendorong dan akan berahir pada saat peluru meninggalkan ujung laras.
Periode ketiga dimulai saat peluru meninggalkan laras dan berahir pada jarak kira kira 50 meter dari ujung laras.Dalam periode ini tekanan akan terus bertambah kecil sehingga menjadi nol, tetapi kecepatan akan terus bertambah besar dan akan mencapai harga maksimum pada saat tekanan sama dengan nol.Kecepatan inilah yang kita pergunakan sebagai kecepatan awal pada tabel penembakan.
Balistik luar adalah sebagian dari ilmu balistik yang hanya mempelajari lintasan peluru setelah meninggalkan laras. Batas antara balistik dalam dan balistik luar dimulai pada saat peluru meninggalkan laras.
Kaliber adalah adalah istilah yang dipergunakan untuk menyebut ukuran diameter dari peluru.Di Amerika Serikat umumnya diukur pada seperseratus inchi, peluru berukuran diameter =0,32 inchi adalah disebut peluru kaliber 32.Di Eropah ukuran metrik yang pergunakan untuk peluru kaliber 32 akan disebut peluru 7,65 mm.

I.3.Konsep dasar peralatan ukur muzzle velocity [USKEG 2002 ]

Peralatan ukur Muzzle Velocity adalah perangkat elektronika yang dirancang untuk mengukur kecepatan awal peluru senjata organik atau peluru kaliber kecil.
Konsep dasar peralatan ukur muzzle velocity adalah seperti pada gambar 1.

Konsep dasar peralatan ukur Muzzle Velocity

Gambar 1. Konsep dasar peralatan ukur Muzzle Velocity

Peluru ditembakan pada ujung peralatan, arah peluru seperti arah panah pada gambar.
Pada sistem ini digunakan LED InfraRed dan Phototransistor sebagai sensor.
Pada pengukuran kecepatan peluru ada dua sensor yang dilewati peluru, pada saat peluru melewati sensor pertama akan menyebabkan output phototransistor mengalami perubahan. Output Phototransistor tersebut akan masuk ke interupt prosesor.
Pada saat peluru lewat sensor kedua terjadi perubahan output phototransistor, lalu diteruskan ke interupt prosesor. Sinyal pertama mengaktifkan (start) counter dan sinyal kedua menghentikan (stop) counter. Waktu yang diperlukan gerakan peluru dari sensor pertama kesensor kedua dapat diukur , sedangkan jarak antara dua sensor adalah tetap sehingga kecepatan peluru dapat dihitung.

I.4. Penggunaan Sensor Optik
LED dan Phototransistor dipilih sebagai sensor pada peralatan ukur ini.LED sebagai sumber cahaya infra red dan Phototransistor sebagai penerima / detektor cahaya infra red.

I.4.1 Light Emiting Diode
Sumber cahaya infra red yang dipilih adalah GaAs infra red emitting diode LED55C.
GaAs infrared emitting diode LED 55 C mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
[ FCHLD2001]
1.Temperatur operasi : -650 C sampai dengan +1250 C.
2.Arus forward ( IF )= 100 mA.
3.Tegangan reverse = 3V.
4.Disipasi daya( pada temperatur 250 ) = 170 mW.
5. Peak emission wavelength ( pada IF = 100 mA)= ï?¬p = 940 nm.
6.Sudut emision pada ½ daya ( pada IF = 100 mA) = �= +/- 8 0.

I.4.2. Photo Transistor
Detektor cahaya infrared yang dipilih adalah photo transistor L14G1.
Photo Transistor L14G1 mempunyai spesifikasi sebagai berikut:[ OPT 2001]
1.Temperatur operasi= –65 0 C sampai dengan + 125 0 C.
2.Turn on time = 8 ï?­s
3.Turn off time =7 ï?­s
4.Disipasi daya( pada temperatur ambien 250 C )= 300 mW
5.Sumber cahaya adalah LED GaAs yang mengemisikan cahaya pada panjang gelombang =940 nm

II.Disain Sistem Kontrol Peralatan Muzzle Velocity

II.1.Disain Hardware

Peralatan ukur Muzzle Velocity terdiri dari : Sensor,Signal Conditional, Keypad,RTC, Timer, Memori,Display, dan Prosesor.

Diagram Peralatan Ukur

Gambar 2. Diagram peralatan ukur Muzzle Velocity.

Fungsi sensor ini adalah sebagai Rx, menerima sinyal cahaya inframerah yang dipancarkan oleh Tx yaitu LED jenis GaAs Infrared Emitting Diode. Saat peluru melintas dan memotong cahaya dari LED, intensitas cahaya yang diterima oleh sensor akan berubah. Secara elektris hal di atas berarti terjadi perubahan tegangan bias pada phototransistor serta tegangan output dari sensor pun berubah.
Pengkondisi sinyal adalah berupa rangkaian elektronik yang terdiri atas rangkaian penguat transistor dan rangkaian Comparator, berfungsi mengkondisikan sinyal sinyal listrik yang diterima dari sensor agar sesuai dengan karakteristik sinyal input mikrokontroler.
Perubahan intensitas cahaya pada sensor pun hanya dinyatakan dalam 2 keadaan, yaitu berubah (saat peluru memotong jalur cahaya dari LED) atau tetap (tidak ada peluru yang lewat).
Pada aplikasi muzzle velocity ini, fungsi prosesor selaku pengendali adalah :
menerima dan mengolah data dari keypad, menerima sinyal interupsi dari sensor phototransistor yang berarti ada peluru yang melewati sensor, memberi instruksi kepada counter untuk start atau stop,memproses atau menghitung data dari sensor dan counter untuk memperoleh harga kecepatan peluru, memberi instruksi kepada display untuk menampilkan hasil perhitungan,dan memberi instruksi kepada printer untuk mencetak hasil pengukuran.
Counter adalah perangkat eksternal yang terdiri dari clock generator dan 16 bit binary counter.
RTC ( Real Time Clock) adalah komponen elektronik yang berfungsi sebagai referensi jam dan tanggal. RTC mampu beroperasi secara akurat tiap waktu perharinya dan memori yang dapat dimaintain walaupun tanpa sumber tenaga.
Memori eksternal adalah komponen elektronik yang mampu menyimpan data dan dapat menyediakannya kembali bila diperlukan. Memeori eksternal dalam aplikasi ini berfungsi untuk mengantisipasi kekurangan ruang memori internal prosesor.
Display adalah perangkat output yang berfungsi menampilkan hasil proses dari prosesor. Display dapat berupa tampilan dalam LCD maupun print out pada kertas.
Keypad adalah perangkat input berupa tombol-tombol yang berfungsi memberi input data ke prosesor. Dalam aplikasi ini, keypad difungsikan untuk pengisian data-data yang diperlukan, seperti nama yang melaksanakan percobaan, lokasi percobaan, dan jenis peluru, serta instruksi cetak hasil pengukuran pada printer.

II.1.1 Menentukan jarak dari muzzle ke sensor pertama, dan dua jarak yang dikontrol

Dalam menentukan jarak antara muzzle ( ujung laras senjata) dengan sensor pertama , kami berdiskusi dengan para peneliti di DISLITBANGAL.
Peluru yang baru keluar dari muzzle keadaannya masih mengeluarkan bunga api,sehingga akan mengganggu pada pendeteksian oleh sensor optik.[ DISKUSI 2003].
Diperlukan jarak antara muzzle dan sensor pertama , sehingga jarak tersebut cukup untuk menghilangkan bunga api dan juga apakah kecepatan disini akan sama dengan muzzle velocity ( kecepatan muzzle).
Kecepatan muzzle selain tergantung pada peluru yang dipergunakan , tergantung juga pada senjata yang dipakai ( pada panjang muzzle dan kondisi muzzle).
Weinlich GmbH&Co sebuah perusahan dari Jerman yang membuat peralatan ukur kecepatan peluru, menentukan jarak antara muzzle dengan sensor pertama adalah 1 m dan dua jarak yang dikontrol adalah adalah 25 cm pada peralatan ukur kecepatan peluru kaliber kecil [VM 2001].
Dari hasil diskusi kami menyimpulkan bahwa jarak muzzle kesensor sejauh 1 m, untuk kecepatan peluru 1000 m/s akan ditempuh dalam waktu = 1 ms, artinya seperseribu dari waktu dalam menyatakan kecepatan yaitu m perdetik.Jika ada perubahan kecepatan yang terjadi dalam waktu seperseribu detik, maka selisih kecepatan tersebut masih dapat diabaikan. Dari kedua hal diatas maka kami menetapkan pada pembuatan peralatan ukur muzzle velocity peluru kaliber kecil , bahwa jarak antara muzzle dengan sensor pertama adalah 1 m dan dua jarak yang dikontrol adalah adalah 25 cm

II.2.Disain Software

Direncanakan peralatan Muzzle Velocity ini dapat berfungsi mengukur kecepatan awal peluru kaliber kecil.

Diagram konteks sistem kontrol pada peralatan ukur muzzle velocity adalah seperti pada gambar 3.

Diagram konteks Muzzle Velocity Control System

Gambar3. Diagram konteks Muzzle Velocity Control System

Sistem kontrol Muzzle Velocity akan menerima interupsi dari sensor_1 , untuk selanjutnya kontroler mengaktifkan counter.
Sensor_2 mengirim interupsi ke kontroler , untuk selanjutnya kontroler menyetop counter.
Melalui keypad input data masuk ke kontroler , seperti: kaliber peluru, jenis senjata, nomor lot amunisi, nama pelaksana, dan lain lain.
RTC memberikan informasi kalender kepada kontroler, untuk selanjutnya dimasukan pada hasil pengukuran.
Memori menyimpan (store): program, data dari kontroler berupa data mentah dan juga data yang sudah diproses .
Hasil pengukuran dikirim oleh kontroler ke printer untuk pelaksanaan pencetakan.
Kontroler mengaktifkan dan menyetop counter, serta mengambil output counter untuk disimpan pada memori.
LCD menampilkan menu, input data , dan hasil pengukuran.
Flow chart pendeteksian peluru yang diukur kecepatannya seperti pada gambar 4.
Pada gambar 4a. Program utama yang terdiri inisialisasi dan menunggu adanya interupt dari sensor pertama dan sensor kedua.
Pada gambar 4b. program interupt sensor pertama akan memberikan input pada prosesor untuk mulai menjalankan(start) dari Counter, program interupt sensor kedua memberikan input pada prosesor untuk memhentikan (stop) Counter.
Prosesor akan menghitung kecepatan peluru, setelah membaca hasil perhitungan waktu peluru melintas dari sensor pertama dan kedua dari Counter.
Hasil perhitungan akan disimpan pada memori,dan juga akan ditampilkan pada display.

Program Utama

Gambar 4a.Program Utama.

Program Interupt dari sensor pertama dan sensor kedua

Gambar 4b.Program Interupt dari sensor pertama dan sensor kedua.

III.Implementasi Perangkat Keras dan Software

Perangkat keras terdiri dari rangkaian rangkaian:Sensor,Signal Conditional, Keypad,RTC, Counter, Memori,Display, dan Prosesor.

III.1.1.Implementasi Rangkaian Sensor

Rangkaian sensor ini terdiri dari : sensor ( LED dan Photo trnasistor),rangkaian pengkondisi, komparator, penjumlah, dan buffer.(lihat gambar 5)

Rangkaian sensor

Gambar 5. Rangkaian sensor

III.1.2. Implementasi Rangkaian Counter

Rangkaian Counter terdiri dari : Oscilator 10 Mhz, Rangkaian Kontrol (terdiri dari Reset,Enable Buffer,Enable Clock), Binari Counter, dan Buffer.( lihat gambar 6)

Rangkaian Counter

Gambar 6. Rangkaian Counter

III.1.3.Implementasi Rangkaian Display
Rangkaian Display seperti pada gambar 7.

Rangkaian Display

Gambar 7.Rangkaian Display

LCD M1632 mempunyai fitur fitur:16 karakter, 2 jalur TN LCD 5 x 7 dot matrix + cursor, Duty Ratio : 1/16,80×8 bit display data RAM (80 karakter max.),interface dengan 4 bit dan 8 bit MPU,banyak fungsi instruksi : Display clear, cursor home, display ON/OFF, display character blink blink, cursor shift, dan display shift,Built- in oscillator circuit,+5 V single power supply,Built-in automatic reset circuit at power on, dan CMOS process

III.1.4.Implementasi Rangkaian Keypad
Rangkaian Keypad seperti pada gambar8.

Rangkaian Keypad

Gambar 8.Rangkaian Keypad

III.1.5.Implementasi Rangkaian RTC
Rangkaian RTC dipergunakan DS12887( lihat gambar 9)

Rangakaian RTC

Gambar 9. Rangakaian RTC

III.1.6.Implementasi Rangkaian RAM
Rangkaian RAM menggunakan Flash Memori 24LC64, seperti pada gambar 10.

Rangkaian RAM

Gambar 10. Rangkaian RAM

Rangkaian RAM ini menggunakan Port 2.5 dan Port 2.6 Mikrokontroler untuk SDA dan SCL.

III.1.7.Implementasi Rangkaian Serial
Rangkaian serial dipergunakan MAX 232.
Agar alat ini nantinya dapat berkomunikasi dengan PC maka digunakan interface serial tipe ICL232. IC ini berfungsi sebagai pengubah tegangan dari level TTL ke level tegangan RS232 begitupun sebaliknya.
Menggunakan Port 3 ( RXD,TXD) Mikrokontroler untuk T2IN dan R2OUT.Rangkaian serial seperti pada gambar 11.

Rangkaian Serial

Gambar 11. Rangkaian Serial

III.1.8.Implementasi Rangkaian Prosesor
Dipergunakan mikrokontroler 8051 dari Intel, rangkaian seperti pada gambar 12.

Mikrokontroler 8051

Gambar 12. Mikrokontroler 8051

Telah dipilih penggunaan pin pin sebagai berikut: Port0=Data I/O(8bit),Port1 dan Port 2=kontrol (16bit), dan Port3 untuk:Int0,Int1,Tx,Rx,T0,T1,RD dan WR.
Keypad menggunakan Port0 untuk D0-D7dan Port 3.3 untuk interupt.LCD menggunakan Port 0 untuk D0-D7,Port 1.0 untuk RS,Port 1.1 untuk R/W, dan Port1.2 untuk E.
RTC menggunakan Port2.0 untuk DS,Port 2.1 untuk CS,Port 2.2 untuk AS, Port 2.3 untut R/W, dan Port 2.4 untuk IRQ.
Counter menggunakan Port 1.3 untuk E_Buff1,Port 1.4 untuk E_Buff2, Port 1.5 untuk E_Clock, dan Port 1.6 untuk Reset.
Memori menggunakan Port 2.6 untuk SDA,dan Port 2.7 untuk SCL.

III.2. Implementasi Software

Software untuk mengontrol peralatan Muzzle Velocity dimplementasikan terdiri dari : program utama dan program program rutin.
Program utama menjalankan inisialisasi dan menunggu adanya interupsi, setelah adanya interupsi maka seterusnya menjalan program rutin.
Ada beberapa program rutin , diantaranya program untuk perhitungan,RTC,LCD,RAM,Serial.
Program yang telah dicoba antara lain program rutin perhitungan, LCD dan RTC.

IV.Pengujian Komponen Perangkat Keras
Secara umum pengujian komponen perangkat keras dilakukan dengan pengecekan kaki-kaki komponen yang terhubung dengan komponen yang lainnya, lalu fungsi dari kaki-kaki komponen tersebut apakah sudah sesuai penempatannya atau belum. Setelah pengecekan fungsi kaki-kaki komponen serta hubungan dengan komponen yang lain, dilanjutkan dengan pengukuran tegangan pada kaki-kaki tertentu dari komponen, pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa komponen tersebut berfungsi dengan benar dan siap untuk diprogram.
Selain itu pengecekan jalur yang menghubungkan antar kaki komponen juga diperlukan, hal itu untuk memastikan tidak ada jalur yang terputus yang akan mengakibatkan komponen yang bersangkutan jadi tidak berfungsi dengan baik atau bahkan tidak berfungsi sama sekali pada saat pengoperasian alat.

IV.1.Pengujian Komponen dengan Perangkat Lunak
Pengujian setiap komponen perlu dilakukan sebelum semua komponen terintegrasi dalam satu sistem, hal ini untuk mengantisipasi kesalahan yang lebih komplek dan lebih memudahkan dalam melakukan pelacakan kesalahan.

IV.1.1.Pengujian Mikrokontroller

Sebelum melangkah pada pemrograman komponen-komponen yang lain, kita harus menguji komponen utamanya terlebih dahulu yaitu mikrokontrollernya itu sediri. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa komponen utama dalam sistem ini berfungsi.
Dalam melakukan pengujian mikrokontroller ini penulis membuat suatu program sederhana yaitu program untuk menyalakan LED .
Pertama akumulator diisi dengan data 0feh lalu dikirimkan ke port 0 dimana masing-masing kaki dari port ini dihubungkan dengan LED, selanjutnya isi data akumulator digeser satu bit ke kiri. Dan proses ini berlangsung terus-menerus.
Setelah program tersebut dibakarkan pada IC kontrollernya dan dijalankan pada modulnya (proses ini dilakukan juga untuk pengujian komponen-komponen yang lainnya), didapat hasil bahwa LED menyala bergantian dan bergeser ke kiri satu bit yang mana hal ini menunjukan bahwa komponen utamanya berfungsi dengan baik.

IV.1.2.Pengujian LCD
Dalam pengujian LCD ini dilakukan dengan mengirimkan beberapa karakter huruf pada panel LCD. Adapun rutin programnya adalah sebagai berikut :
Sebelum memrogram LCD ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengontrolan LCD ini yaitu RS (register select), E (enable), R/W* (read/write-aktif rendah). RS berfungsi untuk memilih antara dua register, apakah intruction register (IR) atau data register (DR), dimana IR berguna mengirimkan data yang berupa perintah terhadap LCD seperti menghapus panel, penempatan kursor, menggeser kursor dll. Sedangkan DR berguna untuk mengirimkan data ascii yang akan ditampilkan dipanel. E (enable) berfungsi sebagai pengoperasian sinyal mulai, dan sinyal ini akan mengaktifkan pembacaan atau penulisan data pada LCD. Lalu R/W* berfungsi sebagai pengaktif operasi pembacaan atau penulisan, dimana jika R/W* di-set maka yang terjadi adalah operasi pembacaan sedangkan jika di-reset maka yang terjasi adalah operasi penulisan.
Pada rutin pengujian LCD terdapat sub-rutin KirimPerintah dan sub-rutin KirimAscii, sub-rutin KirimPerintah merupakan rutin untuk pengaturan LCD dan dioperasikan pada saat penginisialisasian LCD atau pada saat lain sesuai kebutuhan. Sedangkan sub-rutin KirimAscii dioperasiakan pada saat akan mengirimkan karakter ascii ke layar LCD dan pengiriman karakter ascii ini dilakukan setelah penginisialisasian LCD.
Dalam proses pengujian ini dilakukan dengan pengiriman beberapa karakter huruf “MUZZLE VELOCITY� dan “LIPI� . Dan hasil proses pengujian seperti ini menunjukan bahwa LCD ini sudah berfungsi.
Hasil Pengujian:seperti pada gambar 13, terlihat pada display LCD : 2 baris , 16 digit, terlihat pada baris pertama: MUZZLE VELOCITY dan baris kedua : LIPI.

Tampilan LCD pada pengujian  modul  LCD

Gambar 13. Tampilan LCD pada pengujian modul LCD.

IV.1.3.Pengujian RTC
Pengujian RTC ini dilakukan dengan cara pengiriman beberapa data dalam format BCD, lalu untuk memastikan bahwa RTC ini berfungsi dengan benar, dilakukan dengan pembacaan kembali data yang sebelumnya dikirimkan dan ditampilkan pada panel LCD. Berikut ini rutin yang dipakai untuk pengujian RTC.
Pada prinsipnya proses yang terjadi pada rutin pengujian RTC , yaitu pertama kali harus dilakukan pengiriman start bit yang menandakan bawa proses pengiriman byte akan dimulai, lalu dilanjutkan dengan pengiriman byte pertama yang merupakan fungsi kontrol device (RTC) dan sekaligus penentuan mode operasi apakah mode penulisan atau pembacaan, tapi hal yang perlu diperhatikan bahwa untuk pertama kali menjalankan RTC mode penulisan dilakukan pertama kali sebelum pembacaan, juga dilakukan hanya sekali. Byte kedua dikirimkan setelah sinyal acknowledge diterima oleh kontroller, byte kedua ini dikirimkan untuk menentukan alamat mana yang akan menjadi tujuan data yang akan ditulisi atau dibaca kemudian, bila pengiriman byte ini selasai maka RTC akan mengirimkan acknowledge lagi yang menandakan byte kedua ini sudah diterima oleh RTC. Sedangkan untuk byte ketiga dan seterusnya merupakan byte data yang akan ditulis atau dibaca pada / dari RTC yang masing-masing setelah pengiriman byte data akan diakhiri dengan respon acknowledge dari RTC. Dan stop bit dikirimkan sebagai tanda akhir dari proses penulisan dan pembacaan byte data.
Setelah proses pertama (penulisan byte data) selesai, dilanjutkan dengan proses pembacaan dan seterusnya ditampilkan pada LCD. Berikut penggalan program untuk menampilkan hasil dari proses RTC.
Komponen RTC dikatakan berfungsi bila data yang dituliskan tersebut dapat dibaca kembali, dari hasil proses pengujian menunjukan bahwa RTC dapat berfungsi.
Hasil Pengujian:seperti pada gambar 14, terlihat pada display LCD : 2 baris , 16 digit, terlihat pada baris pertama: 10:15:20 dan baris kedua : 17-06-2003

Tampilan LCD pada pengujian modul RTC

Gambar 14.Tampilan LCD pada pengujian modul RTC.

Sedangkan Hasil Pengujian modul Perhitungan seperti pada gambar 15, terlihat pada display LCD : 2 baris , 16 digit, terlihat pada baris pertama: 960 m /dt.

Tampilan LCD pada pengujian modul perhitungan

Gambar 15.Tampilan LCD pada pengujian modul perhitungan.


IV.1.4.Pengujian RAM

Pada dasarnya proses pengujian RAM ini tidak jauh berbeda dengan pengujian RTC, hanya ada sedikit perbedaan dalam proses penulisan byte alamat. Pada RTC byte alamat hanya 8-bit sedangkan pada RAM 13-bit sehingga terjadi dua kali pengiriman byte alamat.
Dalam proses pengujian RAM ini digunakan LCD sebagai indikator untuk mengetahui keberadaan data dalam RAM tersebut. Sama halnya juga dengan RTC bahwa RAM ini berfungsi jika data yang dituliskan dapat dibaca kembali.

IV.1.5.Pengujian Interface Serial

Pengujian interface serial dilakukan dengan pengiriman beberapa karakter ascii pada PC. Adapun aplikasi yang digunakan PC untuk menerima karakter ascii tersebut adalah hyper terminal. Berikut rutin yang digunakan dalam pengujian interface serial.
Hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi ini adalah seting baudratenya, dan baurate yang digunakan 9600bps. Dan untuk mendapatkan baudrate tersebut dilakukan dengan penyetingan register kontrol serial dan mode timer pada SFR.Dengan proses pengujian tersebut menandakan bahwa interface serial telah berfungsi dengan baik.

VI.Penutup
Pada saat penulis membuat makalah ini, peralatan sedang ditest/ diuji coba baik hardware maupun software lihat gambar 16.Bagian software terdiri dari beberapa modul modul software diantaranya : modul LCD, modul RTC dan modul perhitungan.
Listing Program ASM untuk modul LCD, modul RTC dan modul perhitungan dilampirkan pada bagian Lampiran, sedangkan tampilan LCD untuk modul RTC pada gambar 13, untuk modul LCD pada gambar 14, dan untuk modul Perhitungan pada gambar 15.
Masing masing modul selanjutnya akan dintegrasikan / digabung , sehingga peralatan ukur tersebut akan berfungsi sebagai mana menurut perancangan.
Tiap tahap selalu dilaksanakan ujicoba dan dilanjutkan dengan perbaikan atau pengembangannya.Hal tersebut dilaksanakan berulang ulang, sampai dengan hasil yang diharapkan dapat terwujud.
Segala masukan, kritik dan saran untuk kemajuan penelitian ini kami harapkan.

Peralatan Muzzle Velocity Yang Sedang Ditest/Uji coba

Gambar 16.Peralatan Muzzle Velocity Yang Sedang Ditest/Uji coba.

VII.Ucapan Terima Kasih
Penulis mengucapkan terima kasih kepada para peneliti DISLITBANGAL terutama :Ir.Adib Djazuri,MSc , Ir.Dedi Tardiana,M.EngSc dan Ir.Rusmana, MSc atas segala bantuan dan motivasi pada penelitian ini.

VIII.Daftar Pustaka
1.[SBC 2002] Subechi,�Peranan LABINSEN Sebagai Quality Assurance Sistim Kendali Senjata�,Jalesveva Jayamahe, Majalah DISLITBANGAL, September 2002,ISSN 0852-940X.
2.[USKEG 2002] Usulan Kegiatan Penelitian Aplikasi DSP Pada Peralatan Ukur Muzzle Velocity, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,2002.
3.[FCHLD2001] www.fairchildsemi.com, GaAs infra red light emitting diode,DS300312,6/05/01.
4. [ OPT 2001] Optoelectronics, Hermertic Silicon Phototransistor, type L14G1/2/3.
5.[PROS 2003] Elan Djaelani,Elli AGojali,Ade Ramdhan,Herlan,Adib Djazuri,� Aplikasi Sensor Optik Pada Peralatan Ukur Kecepatan Peluru Kaliber Kecil�, Seminar Nasional Pengembangan R & D Mikroelektronika Dan Aplikasinya, Bandung,9 Oktober 2003.
6. [DISKUSI 2003] Hasil hasil Diskusi dengan para peneliti DISLITBANGAL,2003.
7.[ VM 2001] Http:// www.weinlich.de, “ VM200 Bullet Velocity measuring system�,2001.

Pusat Penelitian Informatika is powered by WordPress and delivered to you in 0.480 seconds.
Administrator: Log in